Mengenal Gerakan Bumi, Bulan dan Matahari (Artikel Lengkap)

Planet-planet bergerak dalam tata surya seakan-akan terikat dengan matahari, karena planet-planet itu ditarik oleh gaya gravitasi matahari. Planet memiliki lintasan atau orbit yang tetap dan teratur dalam beredar mengelilingi matahari.

Sehingga tidak akan terjadi tabrakan antar planet, atau antara planet dengan matahari. Perputaran planet-planet pada porosnya. Beberapa planet memiliki satelit. Selain berputar sendiri pada porosnya, satelit juga bergerak mengelilingi matahari.

Gerakan Bumi


Mengenal Gerakan Bumi, Bulan dan Matahari (Artikel Lengkap)

Gerakan bumi ada dua macam, yaitu gerakan perputaran bumi pada sumbunya disebut gerak rotasi. Sedangkan gerakan bumi mengelilingi matahari disebut gerak rovolusi.

Gerakan Rotasi Bumi


Bumi akan berputar pada sumbunya pada siang dan malam. Waktu yang diperlukan adalah 24 jam (tepatnya 23 jam 56 menit). Pada saat berputar, bagian bumi yang mengarah ke matahari mengalami siang hari, sedangkan bagian bumi yang membelakangi matahari mengalami malam hari.

Gerakan Revolusi Bumi


Bumi melakukan sekali revolusi terhadap matahari (kala revolusi) selama setahun atau 362 hari 6 jam 9 menit 10 detik. Pengaruh dari revolusi dan rotasi bumi digunakan untuk dasar penanggalan matahari, yaitu ditetapkan bahwa 1 hari lamanya 24 jam dan satu tahun adalah 365 hari.

Penetapan ini tidak persis sama dengan lama rotasi dan revolusi bumi. Perubahan itu dilakukan pada tanggal 29 Februari. Tahun-tahun yang mengalami penambahan 1 hari itu disebut dengan tahun kabisat, misalnya tahun 1200, 1600, 1800, 1988, 2000 dan seterusnya.

Gerak Presesi


Bumi juga mempunyai gerakan lain, yaitu gerak presesi. Gerak ini diakibatkan oleh pengaruh bulan, menyebabkan berubahnya arah sumbu rotasi bumi. Waktu gerak presesi sangat panjang, yaitu 25.600 tahun. Peragaan gerak presesi ini dapat dilihat pada proyektor planetarium Jakarta.

Kala rotasi bulan sama seperti kala revolusi bulan terhadap bumi, yakni 291/2 hari.

Gerakan Bulan


Sebagaimana benda langit yang lain, bulan juga melakukan gerakan. Gerakan bulan lebih banyak dibandingkan dengan gerakn bumi. Bulan dapat melakukan tiga jenis gerakan sekaligus, yakni berputas pada porosnya (sumbu), beredar mengelilingi bumi, dan bersama bumi melakukan revolusi terhadap matahari.

Gerakan Rotasi Bulan


Gerakan rotasi bulan sama dengan rosasi bumi. Oleh karena itu, permukaan bulan yang menghadap ke bumi selalu tetap.

Gerakan Revolusi Bulan pada Bumi


Ketika bulan melakukan gerakan rotasi, pada saat itu juga melakukan gerakan revolusi terhadap bumi. Akibat pergerakan bulan itulah yang menyebabkan bentuk bulan setiap malam dapat berubah-ubah. Kadang bisa berbentuk bulat penuh, kadang berbentuk seperti sabit. Bahkan kadang bulan tidak terlihat sama sekali pada malam hari.

Pada saat bulan melalukan gerakan dan berada di antara matahari dan bumi, maka bulan hampir tidak tampak sama sekali. Bulan hanya terlihat seperti garis yang samar-samar di langit.

Hal itu disebabkan bagian bulan yang terkena cahaya matahari tidak terlihat dari bumi. Sebaliknya, bagian tubuh bulan yang gelap karena tidak terkena cahaya matahari menghadap ke bumi. Keadaan atau fase bulan tidak terlihat disebut bulan baru atau bulan mati.

Bulan terus berputar pada fase berikutnya. Bulan akan dapat terlihat seperti sabit lagi. PAda fase seperti ini, bulan umumnya disebut sebagai bulat sabit. Pada fase berikutnya, bagian bulan akan terlihat semakin besar sehingga terlihat hampir setengah bulatan, terus sampai 3/4 bulatan penuh. Setelah itu bulan berbentuk bulat penuh dan berinar terang. Keadaan seperti ini disebut sebagai bulan purnama. Pada fase berikutnya bulan purnama bumi terletak di tengah-tengah antara matahari dan bumi.

Gerakan Revolusi Bulan pada Matahari


Bulan melakukan revolusi terhadap bumi, pada saat itu bulan berevolusi mengelilingi bumi, bumi berevolusi mengelilingi matahari. Bulan mengikuti bumi melakukan revolusi terhadap matahari.

Peredaran bumi terhadap matahari adalah satu kali dalam waktu satu tahun. Sedangkan peredaran bulan terhadap bumi adalah dua belas kali dalam wakt satu tahun. Oleh karena itu, dalam satu tahun terdapat 12 bulan.

Gerhana


Seperti telah kita ketahui, bulan bergerak mengelilingi bumi. Pada waktu yang hampir bersamaan, bumi juga bergerak mengelilingi matahari. Hal ini dapat menimbulkan suatu peristiwa yang sebut dengan gerhana.

Gerhana yang kita kenal ada dua macam, yaitu gerhana bulan dan gerhana matahari. Berikut penyebab terjadinya gerhana bulan dan gerhana matahari:

1. Gerhana bulan terjadi karena sifat matahari yang jatuh ke bulan terhalang oleh bumi. Gerhana bulan terjadi hanya ketika bulan purnama atau bulan masuk ke dalam bayangan bumi. Ketika itu bulan tidak menerima cahaya matahari. sehingga kita tidak dapat melihat bulan. Saat semacam ini disebut dengan gerana bulan

2. Karena bumi jauh lebih kecil daripada matahari. Maka bayangan inti bumi menguncup berbentuk kerucut. Daerah yang dilalui bayangan inti bumi ini sangat gelap dan disebut dengan umbra. Bayangan yang agak terang disebut sebagai penumbra.

3. Gerhana matahari dapat terjadi apabila kedudukan matahari, bulan dan bumi berada pada satu garis lurus, sehingga matahari yang jatuh ke permukaan bumi terhalang oleh bulan

4. Gerhana matahari terjadi pada siang hari. Gerhana matahari total berlangsung kira-kira 6 menit.